Jumat, 03 Desember 2010

4 Malaikat yang mendatangi orang sakit

Tak perlu Anda bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadah Anda. Salah satu bukti kasih sayang-NYA adalah, Tuhan mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit. Berikut adalah penjelasannya;

“Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :

"Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya."
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. MAlaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : "Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab : “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini , maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Sakinah, Mawadah, Warohmah

Mungkin kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan ucapan selamat atau do’a kepada saudara/kerabat/teman yang akan menyempurnakan setengah agamanya dengan suatu kalimat “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.” Kalimat tersebut sangat familiar bukan?

Kita awali dengan kata “Sakinah”. Sakinah merupakan pondasi dari bangunan rumah tangga yang sangat penting. Tanpanya, tiada mawaddah dan warahmah. Kalaupun ada, tidak akan bertahan lama. Sakinah itu meliputi kejujuran, pondasi iman dan taqwa kepada Allah SWT. Mengapa sakinah begitu penting dalam pernikahan? Seperti kita tahu bahwa pernikahan itu tidak hanya ikatan suci di dunia, melainkan ikatan tersebut akan dipertanggungjawabkan juga di akhirat.

Dalam Al Qur’an pun dikatakan bahwa suatu saat, akan banyak orang yang saling berkasih sayang di dunia, tetapi di akhirat kelak mereka akan bermusuhan, menyalahkan dan saling melempar tanggung jawab. Kecuali orang-orang yang berkasih sayang dilandasi dengan cinta kepada Allah SWT. Itulah sakinah. Sungguh indah bukan, jika suatu ikatan suci dilandasi dengan sakinah.

Kata kedua adalah "Mawaddah". Mawaddah itu berupa kasih sayang. Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulai dari hewan sampai manusia. Dalam konteks pernikahan, contoh mawaddah itu berupa “kejutan” suami untuk istrinya, begitu pun sebaliknya. Misalnya suatu waktu si suami bangun pagi-pagi sekali, membereskan rumah, menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Dan ketika si istri bangun, hal tersebut merupakan kejutan yang luar biasa.

Banyak sekali contoh mawaddah yang bisa dilakukan untuk menambah rasa kasih sayang kepada pasangan. Sekedar bocoran untuk suami maupun istri, buatlah jadwal kejutan sehingga rumah tangga akan semakin manis, semakin indah, meskipun ditengah krisis ekonomi (hehe, gak nyambung pisang)

Nah, kata terakhir adalah "Warahmah". Warahmah ini hubungannya dengan kewajiban. Kewajiban seorang suami menafkahi istri dan anak-anaknya, mendidik, dan memberikan contoh yang baik (teladan). Kewajiban seorang istri untuk mena’ati suaminya. Intinya warahmah ini kaitannya dengan segala kewajiban.

Miyabi

Maria Ozawa Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri film porno di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun 90-an karena AIDS. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap menjadi kaya meskipun masih tinggal di apartemen yang disewanya sebesar 16 juta rupiah per bulan.

Dengan sewa semahal itu lantas berapa gaji yang dia dapatkan sebulan? Jangan heran jika Miyabi aka maria ozawa dengan profesi yang digelutinya saat ini bisa mendulang 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah). Tinggal di apartemen mewah yang lebih mirip dengan mansion lengkap dengan segala perabotan serba wah, ia lebih senang hidup menyendiri setelah diusir dari rumah dan dijauhi teman-temannya.

Awalnya kehidupan Miyabi aka maria ozawa dengan kedua orangtuanya baik-baik saja, sampai pada suatu ketika orangtuanya melihat Miyabi tampil bugil di sebuah majalah porno Jepang. Seketika itu meledak lah murka orangtuanya demi melihat Miyabi kecil yang masih remaja polos melakukan hal yang tidak pantas dilakukan anak seusianya.
Meskipun demikian Miyabi tetap menjalankan profesinya, dari sekedar foto-foto telanjang berlanjut ke film. Miyabi kembali cari gara-gara ketika membawa 20 film porno yang ia bintangi ke rumah dan ia tunjukkan ke orangtuanya. Sejak itu kedua orangtuanya tidak mau melihat dan mengakuinya lagi sebagai anak.

Bahkan teman-teman dekatnya yang dulu akrab dengannya satu persatu mulai meninggalkannya. Mereka alergi di cap berteman dengan seorang bintang film porno...sungguh menyedihkan... Namun sebagai wanita muda yang punya ambisi besar, situasi ini tidak membuatnya patah arang untuk melanjutkan profesinya...demi uang ia tetap bertahan dan konsisten !!!

Hidup soliter membuat dirinya pintar memasak. Bagaimana tidak orang seperti dia selalu menghindari membeli makanan di tempat-tempat umum jika tidak ingin diserbu penggemarnya atau dimaki orang-orang yang nyinyir terhadap profesinya... Selain gemar memasak, Miyabi juga paling doyan nonton film-film porno yang ia bintangi sendiri. Semua koleksi video yang ada di kabinet TV-nya adalah film porno. Sebagai bintang film porno papan atas ia juga perlu belajar berbagai posisi penting dari bintang-bintang film porno lainnya.

Seringkali dalam melakukan adegan di beberapa filmnya, Miyabi tampak menangis dan itu memang benar-benar tampak alamiah. Sebabnya ia sedang tidak menikmati dan benar-benar sakit. Miyabi juga mengancam akan cabut dari AV (PH Film Porno) jika ia dipaksa melakukan adegan atau posisi yang tidak ia sukai. Bahkan dulu pacar-pacarnya (4 orang -- sebelum semuanya diputusin) ketika sedang bersamanya dan ingin menonton film yang ia bintangi, Miyabi selalu tidak pernah mengijinkannya.

Namun setenar apapun dan sebanyak apapun uang yang ia hasilkan dari pekerjaannya saat ini, sosok Miyabi adalah juga manusia normal yang juga merindukan orang tua, sahabat, teman-teman dan keinginannya untuk menikah seperti wanita kebanyakan. Jika saat ini ia melakukan seks untuk bisnis suatu hari nanti ia merindukan ada laki-laki yang ingin menikahinya. Andakah lelaki yang beruntung itu ?

Rabu, 01 Desember 2010

10 Mitos seputar tekanan darah

10 Mitos Seputar (Tekanan) Darah

Tekanan darah merupakan salah satu parameter dalam pemeriksaan kesehatan oleh dokter yang paling lazim pada orang dewasa. Istilah sehari-harinya; rasanya tidak lengkap kalau periksa ke dokter tapi tidak ditensi. Karena itu, wajar jika banyak beredar mitos-mitos seputar tekanan darah di kalangan masyarakat kita. Tidak seluruhnya benar, tapi tidak seluruhnya salah pula. Belum lagi istilah tekanan darah seringkali dibingungkan dengan kurang darah.

Berikut ini telah terpilih sepuluh mitos seputar darah (baik tekanan darah maupun anemia) yang sering dibicarakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Bandingkanlah dengan fakta medis yang ada, agar Anda tahu memilah-milah mana informasi yang benar dan mana yang tidak.



  1. Mitos: Orang bisa menderita tekanan darah tinggi karena kebanyakan marah-marah.

Fakta: Marah dapat menaikkan tekanan darah, tetapi tidak benar seseorang menderita tekanan darah tinggi hanya semata-mata karena ia sering marah.

Marah dan tekanan darah tinggi, berhubungankah?

“Tensi saya tidak pernah tinggi. ‘Kan saya tidak pernah marah-marah.”

“Bapak saya sering marah. Pasti tensinya tinggi.”

Dua kalimat di atas mungkin sering Anda dengar di kehidupan sehari-hari. Anggapan yang sebenarnya tidak terlalu tepat, juga tidak benar-benar salah. Hipertensi primer belum diketahui penyebab pastinya; namun diduga ada beberapa faktor yang berperan seperti: sistem pembuluh darah dan jantung, saraf otonom, faktor ginjal, dan sebagainya.

Seseorang yang marah mengalami aktivasi sistem saraf otonom simpatis sehingga tekanan darah sedikit meningkat dan denyut jantung lebih cepat. Namun ini hanyalah salah satu faktor dari beberapa faktor yang tadi telah disebutkan. Masih ada faktor lain yang berperan; seperti pola makan yang tinggi garam, kebiasaan merokok, obesitas, adakah penyakit penyerta (misalnya diabetes), dll. Faktor-faktor tersebut berpengaruh bersama (efek resultan) terhadap terjadinya hipertensi primer.

Jadi tidaklah tepat kalau dianggap kebiasaan marah-marah itu dapat menyebabkan hipertensi.


  1. Mitos: Darah rendah dan kurang darah itu sama.

Fakta: Istilah medis (tekanan) darah rendah adalah hipotensi, sedangkan kurang darah adalah anemia. Ini jelas tidak sama.


Hipotensi adalah kondisi tekanan darah yang terlalu rendah bagi seseorang, sehingga fungsi pemompaan jantung untuk memenuhi suplai darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Hal ini dapat disebabkan banyak faktor; namun prinsipnya kondisi ini disebabkan kurangnya jumlah cairan di dalam pembuluh darah relatif terhadap sel-sel darah. Gejalanya bervariasi mulai dari pusing, rasa haus berlebihan, mual, sulit berkonsentrasi, kulit dingin dan lembab, sampai pingsan. Umumnya gejala timbul dengan cepat sehingga penderitanya menyadari perubahan ini.

Sedangkan anemia adalah kondisi kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah yang akan disalurkan ke seluruh tubuh. Hemoglobin merupakan komponen penting yang dapat mengikat oksigen untuk suplai semua organ. Prinsipnya kondisi ini disebabkan kurangnya jumlah sel di dalam pembuluh darah relatif terhadap cairan darah. Gejalanya mirip dengan hipotensi, namun ada sedikit perbedaan. Anemia ditandai dengan fisik pasien yang pucat dan seringkali tidak menyadari tubuhnya perlahan-lahan menjadi cepat lelah.

Dari uraian tadi sudah jelas bahwa darah rendah dan kurang darah itu tidak sama.



  1. Mitos: Kalau ada tekanan darah rendah, solusinya adalah makan kambing.

Fakta: Makan kambing menaikkan tekanan darah lewat peningkatan kolesterol.

kambing

Tekanan darah rendah seringkali ada penyebab dasarnya. Kenali penyebab dasarnya dahulu, lalu atasilah. Makan kambing mungkin dapat menaikkan tekanan darah, tetapi cara ini kurang tepat karena kambing dapat menaikkan kolesterol. Tekanan darah akan naik dengan tingginya kolesterol, namun cara ini tidak sehat jika dilakukan terus menerus.



  1. Mitos: Yang menaikkan tekanan darah itu hanya garam. Jadi saya masih boleh makan apa saja selain garam.

Fakta: Kopi, makanan instant, makanan cepat saji di restoran, dan beberapa makanan lain juga dapat menaikkan tekanan darah.


Kafein yang ada di dalam kopi dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah; sehingga dapat berefek langsung pada peningkatan tekanan darah.

Sewaktu memilah-milah makanan instant yang akan dikonsumsi, hendaknya penderita hipertensi berhati-hati dan perlu mengetahui cara membaca label kemasan makanan. Natrium atau sodium menunjukkan jumlah garam yang terkandung dalam makanan.



  1. Mitos: Tekanan darah normal adalah tepat 120/80. Kalau lebih atau kurang dari itu, artinya tidak begitu bagus.

Fakta: Tekanan darah normal menurut JNC VII justru adalah <120/<80.


Menurut Joint National Committee of High Blood Pressure (JNC VII, 2003), justru tekanan darah yang dikategorikan normal itu berada di bawah 120 mmHg untuk sistolik dan di bawah 80 mmHg untuk diastolik. Berdasarkan pengertian ini, tekanan darah 110/70 mmHg masih baik (belum dikatakan rendah).

Klasifikasi tekanan darah menurut JNC 7



  1. Mitos: Semakin rendah tekanan darah itu semakin baik.

Fakta: Tekanan darah yang tidak tinggi itu baik, namun terlalu rendah juga tidak baik.


Memang menurut JNC VII tekanan darah di bawah 120/80 itu baik. Tetapi terlalu rendah pun tidak baik. Contohnya pada kasus orang yang baru kehilangan banyak darah; tensinya terukur hanya 70/50 mmHg. Atau pada anak dengan shock akibat demam berdarah dengue, tensinya bahkan tak dapat diukur. Ini tentu berbahaya karena fungsi pemompaan darah sudah tidak optimal lagi.

Belum ada batasan tekanan darah berapa yang dianggap terlalu rendah. Yang jelas patokannya adalah jika orang yang bersangkutan mengeluhkan gejala-gejala tekanan darah rendah, dan jika tekanan darahnya kurang dari 90/60 mmHg; maka ia dapat dikatakan menderita tekanan darah rendah.



  1. Mitos: Tekanan darah yang sangat tinggi itu berbahaya, jadi harus sesegera mungkin diturunkan ke tingkat normal.

Fakta: Tekanan darah yang sangat tinggi tidak boleh diturunkan terlalu banyak sekaligus; harus gradual.


Singkatnya dapat dikatakan bahwa orang yang sebelumnya sudah menderita tekanan darah tinggi, apalagi yang sudah lama; maka tubuhnya (termasuk pembuluh darahnya) akan menganggap tekanan darah tinggi tersebut sebagai kondisi yang “normal”. Penurunan tekanan darah dengan cepat akan menimbulkan gejala-gejala hipotensi mendadak bagi orang yang bersangkutan. Aliran darah ke seluruh jaringan bisa terganggu dan ini akan berakibat buruk bagi dirinya sendiri.

Adapun batasan penurunan tekanan darah dalam kasus semacam ini adalah 20% dari tekanan darahtekanan darah diturunkan secara gradual. semula. Selanjutnya barulah



  1. Mitos: Tekanan darah Bapak tidak perlu obat seumur hidup. Sekali diberi obat tensinya langsung turun. Nanti kalau tinggi lagi baru dikasih obat. Sampai sekarang juga tidak apa-apa.

Fakta: Tekanan darah yang berfluktuasi besar justru lebih berbahaya, karena lebih tinggi risiko/kecenderungannya dalam menimbulkan stroke.


Komplikasi akibat hipertensi dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol.

mengukur tekanan darahKontrol terhadap terapi hipertensi telah diteliti oleh Rothwell et al (2010). Ternyata simpangan tekanan darahtekanan darah sistolik maksimum, semakin besar pula risiko seseorang terkena stroke. Dapat dikatakan bahwa tekanandarah yang fluktuasinya besar dan sering dibiarkan naik turun tanpa obat lebih mungkin berkomplikasi menjadi stroke. sistolik yang jauh meningkatkan risiko stroke. Semakin tinggi

Oleh karena itulah dokter Anda mungkin pernah mengatakan, bahwa sekali orang menderita hipertensi harus minum obat seumur hidup. Hipertensi yang tidak diterapi memang terbukti meningkatkan risiko komplikasi. Woo et al (2004) menemukan pula bahwa pasien hipertensi tak terkontrol berisiko lebih tinggi 3.5 kali lipat daripada kontrol.


  1. Mitos: Menjadi vegetarian tidak baik untuk darah karena meningkatkan kecenderungan anemia.

Fakta: Tidak tepat kalau dikatakan kurang baik. Masih ada sumber besi nabati. Kemungkinan masalahnya terletak di vitamin B12.

sayuran

Hal ini berkaitan dengan penyebab anemia itu sendiri. Anemia tidak hanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, melainkan juga akibat kekurangan vitamin B12.

Untuk kebutuhan zat besi, umumnya tidak menjadi masalah karena ada sumber besi nabati (gandum utuh, kacang-kacangan, dan sayuran hijau). Memang daging memiliki bioavailabilitas besi terbaik bagi tubuh; artinya tubuh kita paling mudah mengabsorbsi besi yang bersumber dari daging; namun mengkonsumsi sumber besi nabati umumnya sudah cukup untuk mencegah anemia defisiensi besi.

Yang menjadi masalah adalah vitamin B12; karena vitamin ini hanya ditemukan pada produk-produk hewani. Karena itulah biasanya dokter menganjurkan vegetarian (terutama vegetarian total atau vegan) mengkonsumsi suplemen vitamin B12.



  1. Mitos: Kalau ada darah rendah, tablet besi boleh diminum rutin tiap hari biar tekanan darahnya naik.

Fakta: Konsumsi besi yang berlebihan bisa berbahaya. Lagipula besi bukan untuk menaikkan tekanandarah.

tablet besi

Pertama-tama konsep darah rendah dan kurang darah harus diperjelas dahulu (lihat poin 2). Darah rendah secara teoritis diobati dengan vitamin dan menambah sedikit garam dalam makanan; sedangkan kurang darah dengan zat besi. Jadi salah jika darah rendah diobati dengan tablet besi.

Jika memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna, sebenarnya makanan sehari-hari sudah mencukupi kebutuhan zat besi harian. Beberapa kondisi memang memerlukan tambahan zat besi; seperti orang yang sudah didiagnosis anemia atau ibu hamil trimester awal. Akan tetapi ini semua memerlukan konsultasi dengan dokter.

Mengapa demikian? Ada dua alasan dari dua kondisi yang berbeda:

  1. Jika benar Anda menderita anemia, minum tablet besi tanpa petunjuk dokter dapat menyamarkan anemia Anda sewaktu menjalani pemeriksaan laboratorium. Jadi apa hal yang sebenarnya mendasari anemia Anda itu akan sulit dilacak.

  2. Jika ternyata Anda tidak menderita anemia, dapat timbul efek samping: mual, dada terasa sakit, dan konstipasi. Dalam jumlah sangat besar bahkan bisa timbul keracunan zat besi dan deposit besi berlebihan dalam tubuh yang tentu saja sangat berbahaya

Selasa, 30 November 2010

Mengenal reksadana pendapatan tetap

Mengenal Reksadana Pendapatan Tetap
Kamis, 26 Juni 2008 | 12:09

Jenis reksadana yang pertama adalah reksadana pendapatan tetap atau reksadana obligasi. Sesuai dengan namanya, reksadana ini membiakkan sebagian besar dana investor di dalam instrumen surat utang atau obligasi.

Reksadana merupakan alternatif investasi yang tepat bagi investor yang punya dana terbatas. Masalahnya, berdasarkan instrumen investasinya, ada banyak jenis reksadana di pasar yang memiliki profil imbal hasil maupun risiko berbeda-beda. Biar tidak salah pilih, investor harus mempelajari seluk-beluk berbagai jenis reksadana tersebut.

Sebagian besar itu berapa, sih? Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah memberikan rambu-rambunya. Peraturan Bapepam-LK bilang bahwa yang masuk kategori reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang menempatkan minimal 80% dana investor di instrumen obligasi.

Jadi, kalau ada reksadana yang porsi investasinya di obligasi di bawah 80%, ia tidak termasuk reksadana obligasi. Sebaliknya, ada reksadana obligasi yang porsi investasinya di obligasi sampai 100%.

Ada dua jenis pendapatan yang menjadi sumber keuntungan (return) reksadana obligasi. Pendapatan yang pertama berasal dari bunga atau kupon yang diberikan oleh obligasi-obligasi yang ada di dalam reksadana tersebut.

Sifat pendapatan ini tetap. Soalnya, para penerbit obligasi membayarkan kupon obligasi mereka secara rutin dalam jangka waktu tertentu -- biasanya tiga bulan -- dan nilainya juga tetap. Karena ada aliran pendapatan yang tetap inilah, reksadana ini kemudian dinamai reksadana pendapatan tetap.

Tapi, jangan sampai terjebak. Karena namanya reksadana pendapatan tetap, banyak orang berpikir bahwa tingkat keuntungan reksadana jenis ini akan selalu tetap mirip deposito. Parahnya, malah ada investor yang beranggapan bahwa investasi awal di reksadana pendapatan tetap juga tak bisa berkurang, alias selalu tetap.

Presepsi yang telanjur latah ini salah besar! Sebab, aslinya tingkat keuntungan reksadana pendapatan tetap juga bisa naik-turun. Dalam satu bulan tertentu, misalnya, ia bisa memberikan keuntungan 2% per bulan.

Tapi, di saat lain, keuntungan reksadana yang sama bisa cuma 1% per 30 terakhir. Bahkan, bukan tidak mungkin keuntungan reksadana pendapatan tetap ini justru minus atau merugi. Kalau kerugian ini terjadi secara terus-menerus, pada akhirnya investasi awal investor juga akan termakan.

Asal tahu saja, akhir 2005, industri reksadana kita pernah geger akibat fluktuasi return reksadana pendapatan tetap yang berlebihan. Bayangkan, waktu itu, suatu reksadana pendapatan tetap bisa merugi 20% atau lebih dalam sehari doang.

Kok, bisa? Bisa, karena selain ditentukan oleh bunga, keuntungan reksadana pendapatan tetap juga ditentukan oleh perubahan harga obligasi yang menjadi ladang investasinya.Ya, di pasar, harga obligasi -- yang dinyatakan dalam persentase dari nilai pokoknya -- memang bisa naik-turun. ?

Intinya, keuntungan reksadana pendapatan tetap yang berbasis obligasi bisa naik turun mengikuti harga obligasi di pasar. Ada banyak hal yang mempengaruhi harga obligasi.

Reksadana pendapatan tetap sebaiknya digunakan sebagai ladang investasi jangka panjang. Dengan cara ini, investor akan terhindar dari kerugian akibat gejolak harga obligasi dalam jangka pendek.

Faktor penentu yang paling utama adalah suku bunga pasar (BI rate). Pada saat bunga naik, harga obligasi yang menjadi tempat investasi reksadana obligasi akan turun. Akibatnya, keuntungan reksa-dana obligasi juga akan ikut turun. Sebaliknya, pada saat bunga turun, harga obligasi di pasar justru akan naik. Akibatnya, return reksadana obligasi juga ikut terkerek. Karena itulah, reksadana obligasi tergolong memiliki risiko menengah; bukan rendah.

Nah, investor yang berniat berinvestasi di obligasi pendapatan tetap harus memiliki nyali yang cukup agar siap menghadapi fluktuasi keuntungan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Kalau suatu saat keuntungan reksadana pendapatan tetap tiba-tiba bergejolak, apa yang harus dilakukan oleh investor?

Para pakar investasi menganjurkan agar investor tak panik dan buru-buru menjual unit reksadananya. Pasalnya, tindakan menjual reksadana secara panik hanya akan memperburuk keadaan. Jika aksi jual itu dilakukan oleh banyak investor, MI pun terpaksa harus menjual sebagian besar obligasi yang ada di dalam portofolio investasinya.

Akibatnya, mungkin, ia harus menjual obligasi itu dengan harga yang murah. Ujung-ujungnya, penjualan secara obral ini bikin keuntungan reksadana pendapatan tetap itu semakin anjlok.

Selain itu, para pakar investasi juga menganjurkan agar investor menggunakan reksadana pendapatan tetap ini sebagai wahana investasi jangka panjang (di atas 3 tahun). Dengan strategi seperti ini, investor reksadana pendapatan tetap akan terhindar dari kerugian akibat fluktuasi harga obligasi dalam jangka pendek.

Mengenal reksadana pasar uang

Apa itu instrumen pasar uang? Instrumen pasar uang adalah efek utang jangka pendek yang usianya tak lebih dari setahun. Misalnya, sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito atau obligasi yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Jangan terkecoh dengan namanya. Reksadana pasar uang bukan berarti reksadana yang menempatkan dana investornya pada berbagai mata uang. Yang benar, reksadana pasar uang adalah reksadana yang menempatkan seluruh atawa 100% dana kelolaannya pada instrumen pasar uang.

Dengan karakteristik seperti itu, reksadana pasar uang sangat cocok bagi mereka yang terbiasa berinvestasi di deposito, tapi ingin mulai menjajal berinvestasi di reksadana. Produk ini pas juga buat investor yang mementingkan likuiditas dan orientasi investasinya jangka pendek.

Lantaran sifatnya yang seperti itu, tentu saja para investor mesti maklum bila hasil investasinya tak berbeda jauh dari bunga deposito. Soalnya, ya itu tadi, reksadana pasar uang menempatkan menempatkan sebagian dana investor ke deposito.

Lo, lalu apa nilai lebihnya ketimbang menaruh dana langsung di deposito? Keunggulan pertama adalah soal kebebasan waktu penarikan.
Sudah aturan main yang jamak, jika investor mencairkan deposito sebelum jatuh tempo yang disepakati, ia akan kena penalti alias denda. Besarnya bisa mencapai 10% atas bunga. Artinya, untuk menghindari denda ini, si pemilik dana mesti merelakan dananya ngendon di bank minimal satu bulan.

Enaknya, jika berinvestasi di reksadana pasar uang, investor bisa mencairkan dananya kapan pun ia inginkan tanpa kena denda. Menurut aturan Badan Pengawas Pasar Modal, paling lambat 7 hari setelah pengajuan permohonan pencairan, si investor sudah bisa menerima dananya.

Investor juga bisa menentukan sendiri jumlah dana yang ingin ia cairkan. Sementara, di deposito, investor mesti menarik seluruh dana plus imbal hasilnya.
Nilai lebih yang lain: investor berpeluang mendapat hasil investasi yang lebih tinggi ketimbang bunga deposito. Soalnya, selain di deposito, reksadana pasar uang juga berinvestasi di SBI atau obligasi jangka pendek. Nah, investasi di obligasi jangka pendek ini masih bebas pajak.

Dus, wajar kalau gabungan investasi di deposito plus instrumen lainnya itu mampu memberikan keuntungan yang lebih tinggi di atas bunga deposito. Berkat cukup besarnya dana yang terkumpul lewat reksadana pasar uang, investor pun berpeluang melakukan diversifikasi aset secara tidak langsung. Sebagai gambaran, dengan dana terbatas, katakanlah Rp 20 juta, Anda hanya bisa menyebarnya paling banter ke empat deposito. Itu pun, Anda tidak bisa menawar bunganya agar sedikit lebih tinggi.

Ketika menempatkan dana di deposito, reksadana pasar uang memiliki posisi tawar lebih kuat ketimbang deposan individual. Sebab, melalui reksadana pasar uang bisa terkumpul dana yang cukup besar untuk mendapatkan bunga yang lebih baik. Kebetulan, bank biasanya mau memberikan bunga di atas bunga konter untuk setoran di atas Rp 1 miliar.

Tapi, lewat reksadana pasar uang, dana investor yang terkumpul mungkin akan mencapai miliaran rupiah. Ini membuat manajer investasi (MI) bisa menempatkan dana di lebih banyak deposito dan instrumen pasar uang lain. Walhasil, keuntungan investor pun lebih optimal.

Tapi, mungkin Anda akan bertanya: jika menaruh sendiri dana kita di deposito, potensi untuk rugi boleh dibilang tidak ada. Bagaimana bila dana itu ditempatkan di reksadana pasar uang?

Harus diakui, memang ada kemungkinan imbal hasil reksadana pasar uang minus. Namun, potensinya sangat kecil. Soalnya, nilai instrumen pasar uang yang berjangka pendek itu relatif tetap atau tidak banyak bergerak lagi. Ini berbeda dengan instrumen saham atau obligasi yang masih panjang jatuh temponya.

Satu hal lagi; ketika berinvestasi di reksadana pasar uang, Anda tidak akan melihat penambahan nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan seperti pada reksadana lain. Angkanya tetap Rp 1.000 per unit penyertaan.

Cara menghitung keuntungan pada reksadana pasar uang memang berbeda dengan reksadana jenis lain. Hasil investasi reksadana pasar uang tecermin pada penambahan unit penyertaan, bukan peningkatan harga per unit penyertaan.

Biar lebih gampang dipahami, mari kita pakai perumpamaan. Misalnya, Anda membeli 1.000 unit penyertaan reksadana pasar uang dengan harga Rp 1.000 per unit. Ini artinya investasi awal milik Anda sebesar Rp 1.000.000.

Nah, dalam perkembangannya, penempatan dana reksadana pasar uang itu memberikan imbal hasil hingga 10%. Jadi, investasi Anda berbiak menjadi Rp 1.100.000. Logikanya, harga NAB per unitnya kini menjadi Rp 1.100. Tapi, bila Anda lihat laporan hasil investasi yang dikirimkan manajer investasi, harga NAB per unit tetap Rp 1.000.

Tapi, tidak berarti investasi Anda tidak bertambah. Sebab, kalau Anda cermati, jumlah unit penyertaan Anda akan bertambah; dari 1.000 unit menjadi 1.100 unit.